Minggu, 25 Januari 2026

Tenggelam Saat Banjir Sungai Cidurian, Warga Binuang Ditemukan Meninggal Dunia

Serang - Seorang perempuan bernama Muhijah (38), warga Kampung Pule, Desa Gembor, Kecamatan Binuang, Kabupaten Serang, yang sebelumnya dilaporkan tenggelam akibat banjir Sungai Cidurian, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Jasad korban ditemukan di Kampung Sasak, Desa Gembor, pada Senin, 26 Januari 2026.

Kasihumas Polres Serang AKP Edison mengatakan, korban ditemukan setelah dilakukan operasi pencarian selama dua hari oleh tim gabungan. Proses pencarian melibatkan Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banten bersama personel Polsek Carenang.

“Korban atas nama Muhijah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah dilakukan upaya pencarian selama dua hari oleh tim gabungan Basarnas Banten dan Polsek Carenang,” kata AKP Edison.

Edison menjelaskan, peristiwa tenggelamnya korban pertama kali dilaporkan pada Minggu (25/1/2026). Saat itu korban diduga terseret arus banjir Sungai Cidurian yang meluap akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut.

“Laporan orang tenggelam kami terima pada hari Minggu. Selanjutnya dilakukan pencarian dengan menyusuri aliran Sungai Cidurian dari lokasi kejadian,” jelas Kasihumas.

Dalam proses pencarian, tim SAR menggunakan perahu karet (rubber boat) untuk menyisir aliran sungai sejauh kurang lebih 7 kilometer ke arah hilir dari tempat kejadian perkara (TKP). Pencarian dilakukan secara intensif dengan mempertimbangkan kondisi arus sungai yang cukup deras.

“Pencarian dilakukan dengan menyusuri sungai sejauh kurang lebih tujuh kilometer dari TKP menggunakan rubber boat,” ujar AKP Edison.

Setelah ditemukan, jasad korban langsung dievakuasi oleh tim gabungan dan dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga. Proses evakuasi berjalan lancar dengan pengamanan dari kepolisian setempat.

“Kami mengimbau masyarakat, khususnya yang bermukim di bantaran sungai, agar meningkatkan kewaspadaan saat curah hujan tinggi, mengingat potensi banjir dan arus sungai yang berbahaya bagi keselamatan warga," imbaunya. (Humas/ Rose)
Share:

0 comments:

Posting Komentar


Arsip