Senin, 19 Januari 2026

Pimpin Apel di NTMC, Kakorlantas Polri Instruksikan Jajaran Siapkan Operasi Ketupat 2026 Lebih Komprehensif

Jakarta – Kakorlantas Polri Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., meminta seluruh jajaran mempersiapkan Operasi Ketupat 2026 secara lebih komprehensif dan terukur. Arahan tersebut disampaikan dalam apel pagi yang turut membahas proyeksi pengamanan arus mudik dan arus balik tahun depan.

Dalam apel tersebut, Irjen Pol Agus Suryonugroho menjelaskan pelaksanaan Operasi Ketupat 2025 mendapat respons positif masyarakat. Kakorlantas menilai capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh unsur, mulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan di lapangan.

“Tugas-tugas kita di 2025 Alhamdulillah dari sisi survei cukup bagus, dari sisi apresiasi cukup bagus, tentunya ini kerja-kerja kita semuanya,” ujar Kakorlantas Polri Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum. saat apel pagi di Lapangan NTMC Korlantas Polri, Senin (19/01/2026).

Meski demikian, Kakorlantas mengingatkan agar capaian tahun lalu tidak membuat jajaran berpuas diri. Operasi harus terus meningkat dari sisi efektivitas maupun kualitas pengabdian.

“Berkaitan dengan lima agenda besar operasi ini tolong bukan sifatnya rutin tetapi dari tahun ke tahun harus lebih baik,” tegas Kakorlantas.

Ia menilai Operasi Ketupat memiliki dimensi strategis yang lebih luas daripada sekadar rekayasa lalu lintas. Menurutnya, operasi ini menjadi ruang integrasi fungsi kepolisian sekaligus sarana menjaga stabilitas dan rasa aman masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri.

“Operasi Ketupat juga demikian. Tahun 2025 kita bisa mengukir sejarah bahwa Operasi Ketupat berhasil dengan baik. 2026 tentunya juga harus lebih baik, resolusinya harus lebih baik, harus bisa kita eksekusi dan harus bisa dirasakan oleh masyarakat dan bisa memberi kontribusi kepada Bhayangkara,” tegas Kakorlantas.

Ia menambahkan bahwa keberadaan polisi dalam operasi bukan hanya pada aspek kamseltibcarlantas, melainkan juga pemeliharaan kamtibmas sepanjang periode mudik dan balik.

“Operasi Ketupat mudik dan balik bukan sekedar operasi lalu lintas tetapi kita bisa hadir seluruh Bhayangkara di Republik ini untuk bisa meneguhkan, mengamankan rangkaian kegiatan Ramadan dan Idul Fitri termasuk arus mudik dan arus balik. Jadi harkamtibmas terjaga dan kamseltibcarlantas bisa kita kelola,” tambahnya.

Operasi Ketupat 2026 akan diawali dengan Operasi Keselamatan sebagai tahap awal penegakan disiplin dan mitigasi risiko kecelakaan.

“Kita persiapkan Operasi Ketupat 2026 yang diawali dengan Operasi Keselamatan,” jelasnya.

Kakorlantas juga meminta seluruh personel memaknai operasi sebagai momentum pengabdian yang bermartabat dan profesional.

“Jadi nikmati pekerjaan, tugas, pokok, peran, dan fungsi lalu lintas agar betul-betul mimpi kita semuanya kita bisa memberi kontribusi yang terbaik kepada Bhayangkara yang kita cintai,” ujarnya.

Irjen Pol. Agus Suryonugroho menutup dengan penekanan soal stamina organisasi dan konsistensi kinerja dalam menghadapi operasi besar yang dinamis dan sarat tantangan.

“Kita tidak boleh capek kita tidak boleh lelah untuk bisa mengabdi di Korlantas Polri,” pungkasnya.
Share:

Pimpin Apel Perdana 2026, Kakorlantas Polri Tekankan Transformasi dan Peningkatan Pelayanan Publik yang Humanis

Jakarta – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., memimpin apel pagi dan menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran atas kinerja serta rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan sepanjang tahun sebelumnya.

Memasuki tahun 2026, seluruh insan Bhayangkara diharapkan memiliki tekad dan semangat baru untuk terus memperbaiki diri serta meningkatkan pelaksanaan tugas pokok guna menjaga marwah Polantas.

“Rangkaian kegiatan lima agenda besar sudah kita lewati, oleh sebab itu saya ingatkan kembali bahwa di awal tahun baru 2026 tentunya kita mempunyai resolusi dan semangat baru untuk bisa memperbaiki diri kita sendiri sebagai insan bayangkara. Dan tentunya juga memperbaiki tugas-tugas pokok kita untuk membawa marwah Polantas yang lebih baik,” ujar Kakorlantas Polri Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum. dalam apel pagi di Lapangan NTMC Korlantas Polri, Senin (19/01/2026).

Berkaitan dengan transformasi organisasi, Kakorlantas mengajak seluruh jajaran untuk terus membesarkan, menjaga, dan menorehkan prestasi di bidang lalu lintas. Ia juga mengapresiasi kontribusi Polantas di seluruh Indonesia yang dinilai telah menunjukkan kinerja positif.

“Mari kita jaga dan tentunya mari kita berprestasi di bidang lalu intas. Saya cukup bangga dan terima kasih kontribusi polantas di Republik Indonesia cukup bagus dan tentunya kita harus pertahankan, kita tingkatkan untuk kedepannya,” tambah Kakorlantas.

Dalam transformasi operasional, Kakorlantas menekankan peran masing-masing subsatker untuk mampu mengendalikan dan mengelola tugas secara optimal. Ia juga menyoroti transformasi penegakan hukum melalui sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) sebagai momentum perubahan pelayanan publik, termasuk revitalisasi di bidang pelayanan.

“Berkaitan dengan transformasi operasional, tunjukkan masing-masing subsatker untuk bisa mengendalikan. Dengan transformasi penegakan hukum ETLE menjadi momentum transformasi pelayanan publik, termasuk juga revitalisasi di bidang pelayanan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Kakorlantas menegaskan bahwa pelayanan kepada masyarakat merupakan esensi utama fungsi lalu lintas. Di manapun bertugas, setiap anggota Polantas diharapkan mampu menghadirkan pelayanan yang humanis dan profesional.

“Jadikan momentum pelayanan publik muncul dari fungsi lalu lintas, untuk menghadirkan Polantas yang benar-benar melayani masyarakat,” pungkasnya.

Selain itu, dalam transformasi pengawasan, Kakorlantas mengingatkan pentingnya pengawasan internal. Ia berharap pada resolusi 2026, baik individu maupun organisasi Korlantas Polri dapat menjadi lebih baik lagi.
Share:

Satreskrim Polres Serang Bersama Polsek Jawilan, Masih Menyelidiki Motif Pembongkaran Makam TPU di Junti

Setang - Petugas Satreskrim Polres Serang bersama Polsek Jawilan masih melakukan penyelidikan terkait kasus pembongkaran makam di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kampung Gardu Junti, Desa Junti, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang. Peristiwa tersebut diketahui terjadi pada Minggu, 18 Januari 2026, dan langsung ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian.

Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan mengatakan, sejak menerima laporan dari masyarakat, petugas segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara serta mengumpulkan keterangan awal dari sejumlah saksi.

“Kami sudah melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap para saksi guna mengungkap penyebab terjadinya pembongkaran makam tersebut,” ujar Kapolres, Senin, 19 Januari 2025.

Kapolres menjelaskan, hingga saat ini pihaknya telah memeriksa sedikitnya lima orang saksi. Saksi-saksi tersebut berasal dari warga sekitar lokasi kejadian, termasuk dari pihak keluarga makam yang dibongkar.

“Total ada lima saksi yang sudah kami periksa, termasuk dari pihak keluarga, untuk memperjelas kronologi dan motif kejadian,” jelasnya.

Selain memeriksa saksi, Satreskrim Polres Serang juga berkoordinasi dengan Polsek Jawilan untuk mendalami kemungkinan adanya unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut. 

Kapolres Serang menegaskan, pihaknya akan menangani kasus ini secara serius dan profesional hingga tuntas. Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya proses penanganan perkara tersebut kepada pihak kepolisian.

Seperti diberitakan sebelumnya, warga Kampung Gardu Junti, Desa Junti, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, geger menyusul adanya satu makam dibongkar orang tidak dikenal di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kampung Gardu Junti, Desa Junti, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, Minggu, 18 Januari 2026.

Makam yang diduga dibongkar tersebut diketahui atas nama almarhum Sajim, 65 tahun, yang telah meninggal dunia sekitar tujuh tahun lalu. Dari hasil pengecekan awal di lokasi, pelaku diduga mengambil tengkorak atau sebagian isi dari makam tersebut.

“Kuburan atas nama almarhum Sajim yang sudah meninggal sejak tujuh tahun lalu didapati dalam kondisi digali dan bagian tengkorak atau isi makam diduga telah diambil oleh pelaku yang belum diketahui identitasnya," jelasnya. (Humas/Rose)
Share:

Minggu, 18 Januari 2026

Polda Banten Hadir di SMA Negeri 7 Tangerang, Tanamkan Disiplin dan Karakter Pelajar

Tangerang – Polda Banten terus menunjukkan komitmennya dalam membangun karakter generasi muda melalui dunia pendidikan. Salah satu upaya tersebut diwujudkan dengan pelaksanaan Upacara Bendera Serentak SMA/SMK sederajat di wilayah hukum Polda Banten yang, kegiatan tersebut digelar di SMA Negeri 7 Tangerang, Jalan Patrasana, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, Senin (19/01) 

Bertindak sebagai Inspektur Upacara Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Banten AKBP Meryadi dan diikuti oleh kepala sekolah Suci Lestari, dewan guru, serta seluruh siswa/siswi SMA Negeri 7 Tangerang. Kehadiran Polda Banten di lingkungan sekolah ini bertujuan untuk menanamkan nilai disiplin, nasionalisme, serta meningkatkan kesadaran pelajar terhadap bahaya kenakalan remaja dan penyalahgunaan narkoba.

Dalam kesempatannya AKBP Meryadi menyampaikan amanat Kapolda Banten dengan tema “Pencegahan dan Penanggulangan Kenakalan Remaja dan Penyalahgunaan Narkoba”, yang menekankan pentingnya peran bersama dalam melindungi generasi muda dari pengaruh negatif lingkungan.

“Pendidikan di tingkat SMA dan SMK bukan hanya tentang capaian akademik, namun merupakan proses pembentukan karakter agar pelajar tumbuh menjadi pribadi yang berintegritas, mandiri, bertanggung jawab, dan memiliki daya saing,” ujar AKBP Meryadi dalam amanatnya.

Ia mengungkapkan bahwa kenakalan remaja dan penyalahgunaan narkoba merupakan ancaman serius bagi masa depan bangsa. Berdasarkan data BNN tahun 2025, sekitar 28,2 persen pengguna narkoba berada pada rentang usia 15 hingga 24 tahun, dengan ratusan ribu di antaranya berasal dari kalangan pelajar. “Masa remaja seharusnya menjadi periode pembentukan karakter dan prestasi, namun sering kali menjadi masa penuh risiko akibat pengaruh lingkungan, tekanan sosial, dan kurangnya pengawasan,” tegasnya.

AKBP Meryadi juga menekankan bahwa faktor keluarga, lingkungan pergaulan, media sosial, serta kurangnya edukasi menjadi pemicu terjadinya perilaku menyimpang di kalangan remaja. Oleh karena itu, dibutuhkan peran aktif orang tua, sekolah, masyarakat, dan pemerintah secara bersama-sama.
“Sekolah harus menjadi tempat yang aman dan efektif untuk memberikan edukasi tentang bahaya narkoba, serta mendorong kegiatan positif seperti olahraga, seni, dan ekstrakurikuler guna mengarahkan energi remaja ke arah yang konstruktif,” tambahnya.

Selain itu, AKBP Meryadi turut mengingatkan para pelajar bahwa Polri telah menyediakan layanan darurat Call Center 110 yang dapat dimanfaatkan masyarakat selama 24 jam untuk melaporkan kejadian kejahatan maupun kecelakaan lalu lintas sebagai bentuk pelayanan prima Polri kepada masyarakat.

Diakhir, AKBP Meryadi mengajak seluruh pelajar untuk menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. “Masa depan bangsa ada di tangan generasi muda. Jadikan Pancasila sebagai landasan dalam setiap langkah dan keputusan menuju Indonesia Emas 2045,” tutupnya.

Sebagai penutup kegiatan, dilakukan penyerahan penghargaan kepada para siswa SMAN 7 Kabupaten Tangerang atas prestasi membanggakan yang diraih pada ajang LKBB MANSATARA Season 2 dan LKBB JAWARA Season 2 se-Pulau Jawa, di mana tim Wadon Sajagat dan Lanang Sajagat berhasil meraih berbagai gelar juara, di antaranya Juara Umum, The Best Team, Juara Utama, Juara Danton Terbaik, Juara Make Up Terbaik, Juara Iconic Terbaik, serta sejumlah kategori lainnya, sebagai wujud dedikasi, disiplin, dan semangat juang pelajar yang mengharumkan nama sekolah dan dunia pendidikan di Kabupaten Tangerang (Bidhumas).
Share:

Pembangunan Infrastruktur Penunjang HUNTAP Curugpanjang Diduga Bermasalah, KUMALA Desak Inspektorat Banten Usut Tuntas

Dalam rangka upaya peningkatan Infrastruktur Penunjang Hunian Tetap (HUNTAP) di Desa Curugpanjang Kecamatan Cikulur Kabupaten Lebak, Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Perkim Provinsi Banten mengadakan Proyek Pembangunan Infrastruktur Penunjang HUNTAP

Anggaran yang digelontorkan dalam proyek tersebut juga tidak kecil, sebesar 3,5 Milyar Dana digelontorkan demi tercapainya Infrastruktur Penunjang tersebut, dan CV. SERANG KONTRAKTOR adalah perusahaan yang bertanggungjawab dalam kesuksesan pembangunan itu

Namun di sisi lain, melalui Laporan Masyarakat dan perkembangan issu yang dihimpun oleh rekan rekan di lapangan, terdapat dugaan penyimpangan dan/atau permasalahan dalam proses pembangunannya

Beberapa dugaan sementara yakni pengurangan volume pekerjaan untuk beberapa item, seperti jalan dan pengerjaan drainase, pemasangan LPJU Tenaga Surya yang juga diduga kuat tidak sesuai spesifikasi tekhnis, serta titik titik pemasangan LPJU yang tidak sesuai dokumen RKS, selain itu pembangunan TPS dan Musholla juga terkesan dibangun asal asalan

Rohimin, Ketua Umum Koordinator KUMALA menegaskan bahwa Dana Negara bukanlah dana yang bisa dipermainkan seenaknya, sebab pada akhirnya rakyat yang kembali menanggung dampak negatifnya

“Anggaran sebesar 3,5 Milyar bukanlah Angka yang kecil untuk membangun infrastruktur penunjang, seharusnya dengan anggaran yang segitu besarnya dapat memberikan kualitas yang maksimal bagi pembangunan yang itu akan berguna bagi rakyat, jadi jika kecurangan kecurangan di lapangan terus dibudayakan oleh kontraktor nakal, maka rakyat lah yang menjadi korban, 3,5 Milyar itu merupakam sekian banyaknya dana yang dikumpulkan dari pajak rakyat”, Ucapnya

Lebih lanjut ia meminta Gubernur Banten dan Aparat Penegak Hukum untuk segera turun tangan mengusut tuntas dugaan penyelewengan dan penyimpangan yang dilakukan oleh kontraktor pelaksana

“Gubernur Banten dan Inspektorat Provinsi Banten dalam hal ini harus segera mengusut tuntas dugaan tersebut, sebab jika dalam kasus ini saja mereka tutup mata, akan lebih banyak budaya kotor dan nakal di provinsi banten ini tumbuh meraja lela karena merasa minimnya pengawasan di banten ini, Kadis PERKIM Provinsi Banten juga harus mengevaluasi dan memberikan sanksi yang tegas bagi kontraktor pelaksana apabila mereka terbukti melakukan penyimpangan dan/atau menyebabkan permasalahan di lapangan”, tegasnya
Share:

Polda Banten Jelaskan Alasan Tidak Ditampilkannya Tersangka, Saat Konferensi Pers

Serang – Kepolisian Daerah (Polda) Banten menanggapi  terkait tidak ditampilkannya tersangka dalam pelaksanaan konferensi pers oleh jajaran kepolisian. 

Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Maruli menjelaskan bahwa kebijakan tersebut bukan tanpa dasar, melainkan merupakan bentuk implementasi dari ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) yang baru.
“Perlu kami sampaikan kepada masyarakat bahwa Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang KUHAP telah resmi diberlakukan mulai 2 Januari 2026. Dalam aturan tersebut, terdapat penegasan mengenai penghormatan terhadap asas praduga tak bersalah,” ujar Kombes Pol Maruli. 

Ia menerangkan, dalam Pasal 91 KUHAP disebutkan bahwa penyidik dilarang melakukan perbuatan yang dapat menimbulkan praduga bersalah terhadap seseorang yang telah ditetapkan sebagai tersangka.
“Menindaklanjuti ketentuan tersebut, maka dalam pelaksanaan konferensi pers, untuk sementara dan secara dinamis tersangka tidak ditampilkan. Langkah ini diambil semata-mata untuk menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah dan melindungi hak asasi setiap warga negara,” jelasnya. 

Kombes Pol Maruli menambahkan bahwa kebijakan ini masih menunggu kajian hukum lebih lanjut dari Divisi Hukum Polri terkait teknis implementasinya dalam kegiatan kehumasan, khususnya konferensi pers.
“Kami memahami adanya beragam persepsi di tengah masyarakat. Namun perlu kami tegaskan bahwa Polri tetap berkomitmen pada prinsip transparansi dan akuntabilitas, tanpa mengesampingkan ketentuan hukum yang berlaku,” tambahnya. 

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum tentu utuh dan memastikan bahwa setiap langkah Polri senantiasa berlandaskan peraturan perundang-undangan.
“Polri, termasuk Polda Banten, akan terus berupaya memberikan penjelasan yang objektif dan terbuka kepada publik, serta memastikan penegakan hukum berjalan profesional, humanis, dan berkeadilan,” pungkas Kombes Pol Maruli (Bidhumas).
Share:

Sabtu, 17 Januari 2026

PESAWAT ATR 42-500, DITEMUKAN DI KAWASAN BANTIMURUNG

Foto : ILLUSTRASI
Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak akhirnya ditemukan.

Informasi tersebut disampaikan oleh petugas SAR gabungan, Agung Laksamana dan aparat di lapangan pada Sabtu, 17 Januari 2026, sekitar pukul 16.33 WITA.

Berdasarkan laporan awal, pesawat ditemukan di kawasan Bantimurung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, tepatnya di sekitar wilayah Leang-Leang. “Mendarat darurat di leang-leang,” kata Agung.

Lokasi penemuan berada di area tengah hutan dan hingga informasi ini diterima, belum ada tim yang berhasil mencapai titik lokasi pesawat.

Sebelumnya, pesawat ATR 42-500 tersebut dilaporkan hilang kontak pada pukul 13.17 WITA saat menjalani penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar.

General Manager AirNav Makassar, Kristanto, menjelaskan bahwa kontak terakhir pesawat terdeteksi di wilayah perbatasan Maros–Pangkep, Sulawesi Selatan, dengan perkiraan koordinat 04°57’08” Lintang Selatan dan 119°42’54” Bujur Timur.

Di dalam pesawat terdapat 11 orang, terdiri atas 8 kru dan 3 penumpang.

Sebagai respons cepat, Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Makassar telah mengerahkan 15 personel tim rescue lengkap dengan sejumlah peralatan pendukung. Sarana yang digunakan antara lain satu unit mobil truk personel, satu unit rescue car, serta satu unit drone untuk pemantauan udara

Leang-Leang, Kabupaten Maros, ditetapkan sebagai start area operasi pencarian dan pertolongan. Saat ini, tim gabungan dari berbagai instansi masih berupaya menembus medan menuju lokasi penemuan pesawat yang berada di kawasan hutan.

Pihak berwenang memastikan koordinasi lintas instansi terus dilakukan untuk mempercepat proses evakuasi dan memastikan kondisi kru serta penumpang.

Masyarakat di sekitar wilayah Maros dan Pangkep diimbau tetap tenang dan tidak mendekati lokasi demi kelancaran operasi SAR.

Informasi lanjutan terkait kondisi pesawat dan penumpang akan disampaikan setelah ada keterangan resmi dari otoritas terkait. (*)

Foto: Ilustrasi
Share:

Jumat, 16 Januari 2026

Wisatawan Tenggelam di Pantai Goa Langir Sawarna Inisial SAL, Sedang Dilakukan Pencarian Oleh Tim SAR Banten

Banten — Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banten menerima laporan kondisi membahayakan manusia berupa satu orang wisatawan yang diduga tenggelam di perairan Pantai Goa Langir Sawarna, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten, Sabtu (17/1/2026).

Informasi awal diterima pada pukul 08.30 WIB dari pengelola Pantai Goa Langir Sawarna, Bubun. Berdasarkan laporan tersebut, kejadian bermula sekitar pukul 05.30 WIB saat korban bersama dua rekannya berenang di sekitar pantai. Ketiganya sempat terseret arus ombak, namun dua orang berhasil menyelamatkan diri ke tepi pantai, sementara satu orang lainnya terbawa arus dan hingga kini belum ditemukan.

Korban diketahui bernama Salman Abdul Latif (20), warga Cipinang Asem RT 14/04, Kebon Pala, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur. Saat ini korban dinyatakan dalam kondisi dalam pencarian (DP).

Menindaklanjuti laporan tersebut, pada pukul 08.48 WIB Tim Rescue Unit Siaga Lebak diberangkatkan menuju lokasi kejadian untuk melaksanakan operasi pencarian.

Lokasi kejadian berada di Pantai Goa Langir Sawarna dengan kondisi cuaca dilaporkan berawan. Hingga berita ini diturunkan, upaya pencarian masih terus dilakukan oleh tim SAR dengan menyisir area perairan sekitar lokasi kejadian.

Basarnas Banten mengimbau masyarakat dan wisatawan agar selalu meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di wilayah pantai, terutama pada kondisi ombak dan arus laut yang berpotensi membahayakan keselamatan.
Share:

Tim SAR Gabungan Menyerahkan Jasad Nelayan Yang Jatuh di Perairan Lontar, Kepada Pihak Keluarga

Serang — Tim SAR Gabungan berhasil menemukan seorang nelayan yang dilaporkan jatuh ke laut di Perairan Lontar, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Banten, pada Sabtu (17/1/2026) pagi. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia (MD) dan telah diserahkan kepada pihak keluarga.

Korban diketahui bernama Andi (30), warga Kampung Baru RT 016/004, Desa Lontar, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Banten. Berdasarkan laporan yang diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Banten, korban sebelumnya terjatuh ke laut di perairan sekitar koordinat 106°18'20.21"E – 05°57'32.23"S.

Memasuki hari kedua operasi pencarian (H.2), Tim SAR Gabungan mulai melaksanakan operasi pada pukul 07.00 WIB dengan membagi personel ke dalam tiga Search and Rescue Unit (SRU).
SRU 1 melakukan pencarian menggunakan kapal amphibius dengan pola creeping line berjarak 0,5 nautical mile (NM) dan cakupan area pencarian seluas 8,18 NM.
SRU 2 melakukan pencarian menggunakan rubber boat Basarnas dengan pola creeping line berjarak 0,2 NM dan luas area pencarian 5,5 NM.
Sementara itu, SRU 3 melaksanakan pencarian darat menyisir pantai ke arah barat dan timur Pantai Lontar masing-masing sejauh 1,5 kilometer.

Sekitar pukul 07.20 WIB, Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban pada jarak sekitar 10 meter dari lokasi kejadian perkara (LKP), tepatnya di koordinat 106°18'20.82"E – 05°57'33.65"S. Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dan selanjutnya dievakuasi ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

Dengan ditemukannya korban, operasi SAR kecelakaan kapal tersebut diusulkan untuk ditutup, dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing.

Operasi SAR ini melibatkan berbagai unsur, antara lain Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Banten, Crew KN SAR Drupada (amphibius), MDMC Banten, Lanal Banten, tim Vertical Rescue, serta nelayan setempat. 

Selama pelaksanaan operasi, kondisi cuaca di perairan Lontar dilaporkan berawan dan relatif mendukung upaya pencarian.

Dengan berakhirnya operasi SAR ini, Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Banten menyampaikan terima kasih kepada seluruh unsur yang terlibat atas kerja sama dan sinergi dalam pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan.
Share:

Seorang Nelayan Jatuh ke Laut di Perairan Lontar, Basarnas Banten Lakukan Pencarian

Serang - Kantor Pencarian da
 Pertolongan Banten menerima laporan kecelakaan kapal berupa satu orang nelayan yang jatuh ke laut di Perairan Lontar, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Banten, pada Jumat (16/1/2026).

Informasi awal kejadian diterima pada pukul 10.50 WIB dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD melalui sambungan telepon. Lokasi kejadian berada di Perairan Lontar dengan titik koordinat 106°18'20.21” BT dan 05°57'32.23” LS, berjarak sekitar 24,46 kilometer dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Korban diketahui bernama Andi (30), warga Kampung Baru RT 016/004, Desa Lontar, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang. Saat kejadian, korban bersama rekannya tengah melakukan aktivitas penarikan jaring di tengah laut menggunakan kapal nelayan. Namun nahas, korban terjatuh ke laut saat proses penarikan jaring berlangsung dan hingga kini belum ditemukan.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten segera mengerahkan Tim Rescue menuju lokasi kejadian untuk melaksanakan operasi pencarian.

Pada saat pelaksanaan pencarian, kondisi cuaca di sekitar lokasi dilaporkan berawan. Hingga berita ini diturunkan, upaya pencarian terhadap korban masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan.
Share:

Kamis, 15 Januari 2026

Korlantas Polri Kerahkan Drone Presisi, Akhiri Ruang Abu-Abu Penegakan Hukum Lalu Lintas

Jakarta – Korlantas Polri resmi mengoperasikan teknologi patroli presisi berbasis drone sebagai langkah tegas memutus ruang abu-abu dalam penegakan hukum lalu lintas. Sistem berbasis teknologi ini mulai dijalankan sejak Jumat, 9 Januari 2026, dengan uji operasional perdana di kawasan Jalan Raya Cibubur.


Drone patroli presisi difungsikan untuk memantau arus kendaraan sekaligus merekam pelanggaran lalu lintas di titik-titik rawan yang selama ini sulit dijangkau petugas secara konvensional. Setiap pelanggaran terekam secara akurat dan dapat langsung dijadikan dasar penindakan.


Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol. Agus Surya Nugroho, menegaskan bahwa penggunaan drone ini menjadi simbol komitmen Polri menghadirkan penegakan hukum yang objektif, profesional, dan bebas dari praktik menyimpang.


“Penegakan hukum harus berbasis data dan bukti yang valid, bukan persepsi. Drone ini kami hadirkan untuk memastikan setiap pelanggaran ditindak secara adil dan transparan, dengan minim interaksi,” tegas Irjen Pol. Agus Surya Nugroho saat mengikuti kegiatan melalui Zoom dari Jakarta.


Menurutnya, patroli presisi udara menjadi instrumen penting untuk menjangkau titik-titik rawan pelanggaran yang selama ini luput dari pengawasan. Selain sebagai alat penindakan, teknologi ini juga berfungsi sebagai langkah preventif guna membangun budaya tertib berlalu lintas di tengah masyarakat.


“Patroli presisi ini kami gunakan untuk menjangkau titik-titik rawan pelanggaran yang sudah terpetakan, sekaligus mendorong kesadaran dan disiplin masyarakat agar tertib di jalan,” ujarnya.


Dengan sistem ini, setiap pelanggaran ditindak berdasarkan rekaman dan data yang tervalidasi, sehingga menutup peluang penyimpangan dalam proses penegakan hukum di lapangan. Langkah ini sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap transformasi Polri menuju institusi yang modern dan berintegritas.


Penerapan drone patroli presisi dinilai sebagai terobosan baru dalam penegakan hukum lalu lintas di Indonesia, yang menegaskan bahwa hukum ditegakkan secara tegas, terukur, dan tanpa kompromi.
Share:

Remaja 16 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia, Tenggelam di Kali Terate Cilegon

Seorang remaja laki-laki berusia 16 tahun ditemukan meninggal dunia akibat tenggelam di Kali Terate, Kelurahan Terate, Kecamatan Bojonegara, Kota Cilegon, Banten,Kamis (15/01). Korban diketahui bernama Panji Aris, warga Sumampir Timur RT 006/004, Kelurahan Kebon Dalem, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon.

Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banten menerima laporan terkait kondisi membahayakan manusia tersebut dan segera mengerahkan tim rescue ke lokasi kejadian. Tim SAR berangkat menuju lokasi pada pukul 12.55 WIB dan tiba di tempat kejadian perkara sekitar pukul 13.11 WIB di Kali Terate, yang berada di akses jalan desa dan kawasan pabrik.

Setibanya di lokasi, tim langsung melakukan persiapan peralatan evakuasi. Sekitar pukul 13.30 WIB, korban berhasil ditemukan dan dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia. Selanjutnya, jenazah korban dibawa ke RSUD Panggung Rawi untuk dilakukan penanganan lebih lanjut dan diserahterimakan kepada pihak keluarga.

Setelah proses evakuasi selesai, tim SAR melaksanakan debriefing pada pukul 13.40 WIB. Dengan telah ditemukannya korban, operasi SAR diusulkan untuk ditutup dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing.

Dalam operasi tersebut, sejumlah unsur terlibat, antara lain Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Banten, Polres Kota Cilegon, BPBD Kota Cilegon, serta dibantu oleh masyarakat setempat.

Pihak Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan berhati-hati saat beraktivitas di sekitar aliran sungai guna menghindari kejadian serupa di kemudian hari.
Share:

Gubernur Andra Soni: Sekolah Gratis, Strategi Pemprov Banten Tekan Angka Putus Sekolah

​Gubernur Banten Andra Soni, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten untuk menekan angka putus sekolah melalui program Sekolah Gratis. Program ini diprioritaskan bagi jenjang pendidikan menengah swasta yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi.

​Hal tersebut disampaikan Gubernur Andra Soni saat memberikan sambutan pada pembukaan kegiatan Al-Azhar Sports, Education, Art, Culture, and Entertainment (Alseace) di SMA Al Azhar Bumi Serpong Damai (BSD), Kota Tangerang Selatan, Rabu (14/1/2026).

​Gubernur mengungkapkan, angka putus sekolah tingkat menengah di Provinsi Banten masih menjadi perhatian serius. Hal ini tercermin dari rata-rata lama sekolah masyarakat Provinsi Banten yang baru mencapai 9,16 tahun.

​"Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemprov Banten sejak Tahun Ajaran 2025-2026 telah meluncurkan program Sekolah Gratis bagi siswa SMA, SMK, dan Sekolah Khusus (SKh) swasta," ujar Gubernur.

​Jangkau 60 Ribu Siswa

Gubernur memaparkan, pada tahun pertama pelaksanaannya, program Sekolah Gratis telah memberikan manfaat kepada puluhan ribu pelajar dari ratusan sekolah yang ada di Banten.

​"Pada tahun pertama, program Sekolah Gratis sudah menjangkau kurang lebih 60 ribu siswa yang tersebar di 814 sekolah," jelasnya.

​Lebih lanjut, Gubernur menjelaskan bahwa mekanisme program ini menerapkan prinsip gotong royong. Fasilitas sekolah gratis difokuskan bagi siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu guna mewujudkan pemerataan akses pendidikan. Sementara itu, bagi orang tua yang memiliki kemampuan ekonomi, pembiayaan pendidikan tetap menjadi tanggung jawab keluarga.

​"Ini bentuk gotong royong. Pemerintah mengurusi anak-anak yang berlatar belakang dari keluarga tidak mampu agar tercapai pemerataan akses pendidikan," tegasnya.

​Ke depan, Gubernur berkomitmen untuk melanjutkan dan memperluas cakupan program ini. Ia menargetkan jangkauan program dapat menyasar satuan pendidikan berbasis keagamaan, seperti Madrasah Aliyah.

​Menurutnya, pemerataan akses pendidikan adalah kunci untuk meningkatkan kualitas dan daya saing Sumber Daya Manusia (SDM) Banten, khususnya dalam menghadapi puncak bonus demografi Indonesia pada tahun 2030 dan menyongsong Indonesia Emas 2045.

​Apresiasi Kegiatan Siswa

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur turut mengapresiasi penyelenggaraan Alseace oleh SMA Al Azhar BSD. Ia menilai kegiatan tersebut merupakan sarana efektif untuk pengembangan kapasitas dan karakter siswa.

​"Kegiatan ini mempersiapkan diri untuk membangun sumber daya manusia unggul demi mencapai Indonesia Emas 2045," katanya.

​Sementara itu, Kepala SMA Al Azhar BSD, Mochamad Mukrim, menjelaskan bahwa Alseace merupakan agenda tahunan besar yang diselenggarakan oleh Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS). Tahun ini, kegiatan tersebut mengusung tema Urban Farming Movement.

​"Panitia kegiatan seluruhnya berasal dari siswa kelas XI. Secara internal, kegiatan ini bertujuan melatih jiwa kepemimpinan, jiwa sosial, kemampuan berorganisasi, serta kemampuan bermasyarakat para siswa," ujar Mukrim.

​Mukrim menambahkan, kegiatan ini juga bertujuan membangun silaturahmi antar-sekolah. Pada tahun ini, Alseace mempertandingkan 13 cabang lomba yang diikuti oleh 217 sekolah dari berbagai daerah di Indonesia.

​"Selain itu, kegiatan ini untuk menyalurkan minat dan bakat siswa dalam bidang olahraga, pendidikan, seni, budaya, dan hiburan, sekaligus meningkatkan kreativitas, membangun jiwa kompetitif, serta menumbuhkan kepercayaan diri," pungkasnya.
Share:

Arsip