Tasikmalaya, inforakyatindonesia.online (17/11/2025) Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) untuk siswa PAUD Nurul Hidayah. SDN KARYAMUKTI, SMPN 3 SALAWU di Desa Sukarasa, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, kembali menjadi sorotan setelah sejumlah paket makanan yang diterima pada Rabu, 12 November lalu terpaksa dibuang. Makanan tersebut dilaporkan mengeluarkan bau tak sedap dan menyebabkan beberapa siswa mengalami mual setelah mencicipinya.
Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh orangtua murid dan guru-guru yang mendistribusikan makanan kepada para murid. Tidak lama setelah dibagikan, muncul keluhan mengenai aroma yang tidak wajar dari beberapa menu.
Salah satu RT yang enggan disebutkan namanya dan anaknya bersekolah di Nurul Hidayah, mengatakan bahwa pihak sekolah langsung mengambil tindakan untuk menghindari risiko yang lebih parah.
Begitu terlihat ada makanan yang baunya tidak normal, kami langsung stop pembagian dan memutuskan membuangnya. Beberapa anak sudah mengeluh mual juga,ujarnya.
Kepala PAUD Budi lketika dihubungi melalui seluler, mengaku tak mengetahui, Dia juga merupakan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), menyampaikan bahwa dirinya tidak berada di tempat saat kejadian berlangsung.
Saya sedang keluar kota dan baru tiba hari ini. Informasi soal kejadian itu baru saya terima setelah dihubungi.
Ia menambahkan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan guru dan penyedia makanan serta pemerintah desa untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang.
Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan kesehatan dan gizi anak-anak usia PAUD hingga SMP, khususnya di wilayah pedesaan. MBG biasanya disalurkan melalui penyedia katering yang ditunjuk oleh pemerintah daerah atau lembaga terkait.
Namun, kejadian seperti kerusakan makanan atau kualitas yang menurun kerap menjadi perhatian masyarakat. Warga Desa Sukarasa berharap ada pengawasan lebih ketat terhadap kualitas makanan yang dikirimkan.
Salah satu orang tua murid menuturkan
Program ini sebenarnya sangat bagus, tapi kalau kualitasnya tidak diawasi, malah membahayakan anak-anak. Kami berharap evaluasi dilakukan secepatnya.
Harapan Masyarakat Terhadap Evaluasi
Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari penyedia makanan MBG mengenai penyebab kerusakan tersebut. Warga dan pihak sekolah menunggu tindak lanjut dari pemerintah desa maupun dinas terkait.
Masyarakat berharap evaluasi menyeluruh dilakukan, mulai dari proses pengadaan, penyimpanan, hingga distribusi makanan, agar insiden serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.
(Iwan/yd)






0 comments:
Posting Komentar