Jakarta,_ Merah Putih dan kedaulatan Indonesia robek sudah puluhan tahun. Demikian pula, penguasaan dan penggarongan kekayaan dan uang negara hampir paripurna. Realitas Negara Dalam Negara Morowali, Banjir Bandang Ekologi Sumatra, OTT Pajak dan Beacukai, serta mega skandal ilegal mining, ilegal loging, ilegal sawit dan mega skandal lainnya secara akumulatif bocorkan penerimaan negara hingga puluhan ribu trilyun per tahun. Bukan hanya itu, korupsi APBN/APBD dan penyalagunaan kewenangan marak dimana-mana disemua level pemerintahan. Atau sudah sangat sistemik, laten, dan membudaya laksana penyakit kanker stadium IV tidak ada obatnya kecuali di amputasi. Lebih dari itu, kenyataan ini sangat membahayakan keberlanjutan perjalanan bangsa dan negara Indonesia. Sejak 2014, dan pada suatu kesempatan di Kota Pahlawan Surabaya Tahun 2017, saya mengajak Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan segenap elemen bangsa rebut kembali Kedaulatan Indonesia. Hal yang sama juga saya tegaskan kembali di Bumi Majapahit pada Puncak Harlah Ke-25 APKLI-P dan 1/4 Abad Perjuangan Kaki Lima Indonesia di Pendopo Agung Trowulan Mojokerto Jawa Timur Minggu 25 Feb 2018. Kenapa? Mereka itu Kuda Troya, dan harus dilenyapkan secepat-cepatnya dari negeri ini karena sangat membahayakan eksistensi NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, tegas dr. Ali Mahsun ATMO, M. Biomed. Presiden Kawulo Alit Indonesia (KAI), Minggu, 8/2/2026.
Lebih lanjut dokter ahli kekebalan tubuh lulusan FKUB Malang dan FKUI jakarta yang juga Ketua Umum APKLI-P ini menuturkan, apa yang disampaikan Presiden Prabowo Sabtu 7 Februari 2026 di Masjid Istiqlal Jakarta bahwa para penggarong kekayaan dan uang negara menyerang balik, serta selalu berupaya membuat kekacauan dan memecah belah bangsa Indonesia. Tekad bulat Presiden RI ke-8 apapun resiko bahkan nyawanyapun dipertaruhkan untuk membumihanguskan mereka untuk keselamatan bangsa adalah sangat mendasar dan emergensi, kenapa? Karena ketika terlambat, para penggarong beserta gerombolannya itu Kuda Troya bisa meluluhlantahkan kesatuan dan persatuan bangsa bahkan membubarkan NKRI dalam tempo secepat-cepatnya.
Oleh karena itu, kini 2026 tiba saatnya, selaku Presiden Kawulo Alit Indonesia (KAI), saya pimpin rakyat kecil - kawulo alit bersama elemen mahasiswa, akademisi, keagamaan dan pengusaha untuk bersatu dan tangguh membersamai Presiden Prabowo Subianto membumihanguskan ^Kuda Troya Para Penggarong^ dari bumi Indonesia demi dan untuk keselamatan bangsa, merah putih dan NKRI. Dan dalam tempo secepat-cepatnya mereka harus dilenyapkan dari bumi nusantara ini, apapun resikonya dan siapapun beckingnya. Jika tidak, bisa terjadi sebaliknya Merah Putih dan NKRI bisa lenyap dari peredaran peradaban manusia. Atau bisa membubarkan INDONESIA, pungkas Ketua Umum Bakornas LKMI PBHMI 1995-1998 dan Sekretaris Lembaga Sosial Mabarrot PBNU 2000-2005.






0 comments:
Posting Komentar