Pandeglang- Kembali, program andalan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto Makan Bergizi Gratis(MBG)menjadi Sorotan negatif Publik, Persoalan ini terjadi di beberapa Desa wilayah Kecamatan Munjul Kabupaten Pandeglang.
Diantaranya di desa Pasanggrahan,desa kotadukuh dan sebagian desa lainnya, masalah ini di picu dengan digantinya salah satu menu utama yaitu susu dengan Abon ,yang menurut pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi(SPPG) merupakan Abon daging sapi.
Menurut keterangan beberapa Orangtua siswa yang anaknya bersekolah di Sekolah Dasar(SD),Taman Kanak-kanak dan beberapa Ibu-Ibu Kader POSYANDU,sesuai jadwal yang biasa dilakukan,setiap hari Senin dan kamis menu MBG untuk Ibu-Ibu Posyandu biasa mendapatkan jatah susu,tapi minggu ini dari hari senin sampai hari kamis tidak ada susu di ganti dengan Abon halus.
"Biasanya,hari senin dan kamis kami mendapatkan Susu dari menu MBG, tapi minggu ini tidak ada jatah susu di ganti dengn Abon halus" Terang salah satu sumber berinisial SM kepada inforakyatindonesia.online pada kamis(29/01/2026).
Hal senada juga di Ungkapkan oleh IR yang anaknya bersekolah di SDN Pasanggrahan, kepada awak media IR mengungkapkan bahwa bukan hanya susu yang tidak ada , bahkan pembagian jatah menu MBG terutama untuk ibu hamil,balita dan menyusui pembagiannya selalu dirapelkan.
"Jatah menu hari senin,selasa dan rabu di berikan setiap hari senin, sedangkan untuk Kamis,Jumat dan Sabtu di berikan sekaligus di hari kamis" Ungkapnya. Nara sumber juga menambahkan bahwa ahli gizi dari pihak(SPPG) mendatangi para penerima manfaat dan meminta pihak penerima manfaat tidak mempersoalkan tidak adanya susu yang di ganti dengan Abon.
Karena harga susu sedang mahal pihak SPPG tidak mampu menyediakan susu , oleh karena itu di ganti dengan Abon , hal itu di sampaikan oleh ahli gizi dari pihak SPPG kepada ibu-ibu penerima manfaat.
Menyikapi hal tersebut tokoh Pemuda Munjul,sekaligus Kepala bidang Kerjasama Minerba dan lingkungan PW DPC FRN Kabupaten Pandeglang, Agus berman meminta kepada stakeholder dan pihak terkait yang berkompeten untuk melakukan monitoring dan evaluasi untuk memgambil langkah dan tindakan tegas kepada Pihak SPPG yang diduga ugal-ugalan dan menyalahi SOP program MBG ini.
"Program ini adalah niat mulia Presiden Prabowo , jangan sampai di cederai dan di rusak oleh oknum-oknum yang hanya mencari keuntungan semata" tegas Agus berman.
(Gi)






0 comments:
Posting Komentar