Sabtu, 30 Agustus 2025

Polri Pastikan Situasi Kondusif, Saat Demo di Pagi Hari Kemarin

Jakarta -  Polri mengungkap bahwa kondisi di sekitar Gedung MPR/DPR RI saat akan demo buruh sejak pagi hingga siang kemarin berjalan kondusif. Para peserta aksi menyampaikan pendapatnya dengan pengamanan dari pihak kepolisian.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Ade Ary Syam Indradi mengapresiasi peserta aksi yang telah menyampaikan pendapat secara tertib. Ribuan personel gabungan dari Polda Metro Jaya dan stakeholder terkait pun telah melakukan pelayanan dan pengamanan secara humanis

“Kami mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan buruh serta mahasiswa yang dari pagi hingga siang melaksanakan aksi dengan tertib. Pelayanan pengamanan yang humanis berusaha kami pegang teguh sehingga kegiatan berlangsung aman,” ujar Kombes Pol. Ade Ary, dikutip Jumat (29/8/25).

Di sela-sela pengamanan aksi unjuk rasa elemen buruh di depan Gedung DPR/MPR RI, bahkan personel Samapta Polda Metro Jaya melakukan aksi simpatik dengan membagikan air mineral dan roti kepada para peserta aksi. Pembagian air mineral dan roti ini menjadi bagian dari upaya Polri dalam memberikan pelayanan humanis kepada masyarakat yang sedang menyampaikan aspirasi.

"Kami ingin menunjukkan bahwa kehadiran polisi dalam pengamanan aksi tidak hanya fokus pada aspek keamanan, tetapi juga pelayanan. Pembagian air mineral dan roti oleh anggota Samapta ini adalah simbol kepedulian kami kepada saudara-saudara buruh yang menyampaikan aspirasi," jelas Kombes Pol. Ade Ary.

Ia juga menambahkan, pendekatan humanis adalah kunci dalam menjaga situasi tetap kondusif. Terbukti, situasi di sekitar Gedung DPR/MPR RI terpantau aman, tertib, dan kondusif.

"Kami berharap dengan cara ini, komunikasi antara aparat keamanan dan masyarakat semakin baik, sehingga penyampaian aspirasi dapat berjalan aman, tertib, dan damai," ungkapnya.

Aksi simpatik ini disambut positif oleh para peserta unjuk rasa. Banyak buruh yang merasa terbantu dengan adanya pembagian air mineral, terlebih cuaca panas siang hari membuat kebutuhan akan air cukup tinggi.
Share:

Rabu, 27 Agustus 2025

Ketua TP PKK Provinsi Banten Tinawati Andra Soni, Ajak Masyarakat Jadikan B2SA Sebagai Gaya Hidup

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Banten Tinawati Andra Soni membuka Pembinaan Pangan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) di Pendopo Kabupaten Lebak, Rabu (27/8/2025). Tinawati Andra Soni mengajak masyarakat menerapkan pola makan B2SA sebagai gaya hidup. 

Pembinaan Pangan B2SA dilaksanakan dalam  Rapat Konsultasi TP PKK Kabupaten Lebak.  Pesertanya, para Ketua TP PKK Kecamatan se-Kabupaten Lebak dan para Ketua TP PKK Desa/Kelurahan se-Kabupaten Lebak.  

Hadir dalam kesempatan tersebut,  Ketua TP PKK Kabupaten Lebak Belia Hasbi Jayabaya beserta jajaran, Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Lebak Susi Amir Hamzah, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Lebak, dan Pokja 3 TP PKK Provinsi Banten. 

Dalam sambutannya, Tinawati Andra Soni menekankan pentingnya penerapan pola pangan B2SA dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, pola makan yang baik tidak hanya menjaga kesehatan tubuh, tetapi juga meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dini.

“PKK sebagai mitra pemerintah memiliki peran besar dalam mensosialisasikan pola pangan B2SA kepada masyarakat, mulai dari keluarga sebagai unit terkecil. Mari kita ajak keluarga untuk lebih banyak mengkonsumsi pangan lokal, seperti umbi-umbian, sayur-mayur, buah-buahan, ikan, dan suùmber protein nabati lainnya," kata Tinawati. 

Tinawati  mengajak seluruh kader PKK di Kabupaten Lebak untuk menjadikan B2SA sebagai gaya hidup. 

“Mari kita mulai dari keluarga kita sendiri, lalu tularkan kepada masyarakat sekitar," tandasnya.  

Tinawati meyakini, dengan kerja sama dan komitmen bersama bisa terwujud SDM unggul. "Saya yakin kita mampu mewujudkan keluarga yang sehat, cerdas, dan berdaya saing,” tambahnya.

Tinawati juga memaparkan, manfaat B2SA selain menyehatkan, turut mendukung program ketahanan pangan. "Gaya hidup B2SA, juga turut mendukung ketahanan pangan daerah dan kesejahteraan petani lokal,” pungkas Tinawati seraya menutup sambutannya dengan yel-yel : Makan Enak, Makan Sehat, Makan B2SA, Habiskan!

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Lebak Belia Hasbi Jayabaya, mengatakan  kader PKK di desa dan kecamatan adalah ujung tombak pergerakan program PKK di masyarakat.

Belia berharap, melalui pembinaan B2SA,  seluruh kader semakin memahami konsep B2SA serta mampu menjadi motor penggerak pola hidup sehat di tengah masyarakat. (Rose)


Share:

Gubernur Banten Andra Soni: Koperasi Merah Putih Bangun Optimisme Masyarakat

Gubernur Banten Andra Soni mengatakan pemerintah terus melakukan pembinaan dan pelatihan kepada Koperasi Desa/ Kelurahan Merah Putih. Tujuannya membangun optimisme bersama masyarakat.

Hal itu disampaikan oleh Andra Soni usai mengunjungi Koperasi Desa Merah Putih Parung Kujang, Kecamatan Cileles, Kabupaten Lebak pada Rabu (27/8/2025).

"Yang ingin kami bangun adalah optimisme. Sehingga secara perlahan-lahan kami terus melakukan upaya pelatihan, pembinaan, dan mudah-mudahan nanti pada saatnya menjadi maksimal," ungkapnya.

Andra Soni menuturkan wilayah Desa Parung Kujang memiliki potensi hasil pertanian yang cukup besar. Sehingga Koperasi Desa Merah Putih Desa Parung Kujang berkonsentrasi pada jenis usaha ekspedisi transportasi.

"Kami mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Koperasi Desa Merah Putih Desa Parung Kujang. Mereka salah satunya dengan menekuni usaha ekspedisi transportasi," katanya.

"Karena ini wilayah yang jauh, banyak produksi yang harus didistribusikan ke pasar. Sehingga mereka membangun sebuah kerjasama terkait dengan ekspedisi," sambungnya.

Pada kesempatan itu, Andra Soni ke depan daerah kecamatan Cileles berpotensi menjadi salah satu wilayah pertumbuhan ekonomi baru. Karena akan terdapat Pintu Tol Cileles.

"Tentu kita harus mempersiapkan masyarakat untuk bisa memanfaatkan fasilitas yang dibangun oleh pemerintah," jelasnya.

Sementara, Bupati Lebak M Hasbi Asyidiki Jayabaya mengajak masyarakat untuk bersama-sama dan berkolaborasi membangun Kabupaten Lebak dan Provinsi Banten.

"Ayo kita bangun Kabupaten Lebak. Kita harus kolaborasi dan gotong royong," ujarnya.

Hasbi mengatakan bergeraknya Koperasi Desa Merah Putih harus disesuaikan dengan potensi daerahnya masing-masing.

"Koperasi Desa Merah Putih disesuaikan dengan potensi daerah. Kita juga bisa memanfaatkan lahan-lahan sehingga dapat produktif," pungkasnya.

Dalam kesempatan itu, Pemprov Banten juga menyalurkan bantuan 2.000 bibit pisang cavendish dan dilanjutkan dengan penandatangan perjanjian kerjasama antara Koperasi Desa Merah Putih Desa Parung Kujang dengan Manajemen Unggul Makmur yang bergerak di sektor ekspedisi transportasi.

Sebagai informasi, Desa Parung Kujang memiliki potensi pada sektor pertanian, mulai dari padi, pisang dan kacang. (Rose)



Share:

KPAI Apresiasi Penanganan Polisi, Terhadap Pelajar Terlibat Demo DPR

Jakarta - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengapresiasi langkah Kepolisian Daerah Metro Jaya dalam menangani ratusan pelajar yang terlibat aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR. Penanganan dinilai telah sesuai prosedur dan tetap memperhatikan hak anak.

“Mereka (anak-anak yang diamankan) juga menginformasikan kepada kami, dapat makan, minum, mereka bisa beristirahat. Tapi memang mereka mengakui lumayan lelah. Tapi yang dilakukan polisi masih dalam kurun waktu 1x24 jam ya,” ujar Komisioner KPAI Sylvana Maria Apituley kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (26/8/2025).

Sylvana mengatakan pihaknya sejak dini hari telah berkoordinasi dengan kepolisian untuk memastikan kondisi para pelajar. Ia mengapresiasi perlakuan aparat terhadap anak-anak tersebut, namun menyesalkan masih banyak pelajar, bahkan siswa SMP, yang terprovokasi ajakan demo melalui media sosial.

“Jumlahnya cukup besar, ada 196 anak. Mereka sebagian besar ikut karena ajakan teman atau media sosial, tanpa memahami apa yang sebenarnya terjadi. Ini tentu merampas waktu belajar dan masa depan mereka,” jelasnya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi mengungkapkan, dari total 351 orang yang diamankan, 155 di antaranya merupakan orang dewasa dan 196 lainnya anak di bawah umur. Para pelajar tersebut diamankan karena diduga terlibat perusakan fasilitas umum, melempari pengendara di jalan tol, hingga menyerang petugas.

“Mereka secara masif diduga melakukan perusakan fasum (fasilitas umum), kemudian melempari pengendara di jalan tol sehingga mengakibatkan membahayakan pengguna jalan, kemudian menyerang petugas,” kata Ade Ary.

Dari hasil pemeriksaan, tujuh orang dinyatakan positif narkoba. Mereka seluruhnya berusia dewasa dan kini masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

“Ada tujuh orang yang positif, enam di antaranya urinenya mengandung zat yang terkait dengan sabu, kemudian satu orang urinenya mengandung zat yang terkait dengan benzoat. Tujuh orang ini semuanya dewasa ya,” jelasnya.

Ade Ary menambahkan, hanya tujuh orang yang masih diperiksa karena kasus narkoba. Sementara ratusan orang lainnya telah dipulangkan.

“Saat ini masih di Direktorat Reskrimum, nanti selanjutnya akan ditindaklanjuti oleh rekan-rekan kami dari Direktorat Reserse Narkoba untuk dilakukan tindakan lanjutan sesuai SOP yang berlaku berdasarkan fakta yang ditemukan,” ujarnya.

Ia menegaskan, sebelum melakukan tindakan tegas, polisi sudah memberikan imbauan agar massa tidak merusak fasilitas umum. Namun, sebagian kelompok tidak mengindahkan peringatan tersebut.

“Setelah diberikan imbauan, tidak mengikuti arahan dari petugas, kemudian dilakukan tahapan-tahapan yang hingga akhirnya dilakukan tindakan penertiban,” pungkasnya.
Share:

Selasa, 26 Agustus 2025

Bidpropam Polda Banten, Jelaskan Hasil Penyelidikan Kejadian di KP3B

Serang - Bidpropam Polda Banten sampaikan hasil penyidikan terkait berita viral dugaan seorang anak SMK dianiaya oleh petugas Patroli Maung Presisi Ditsamapta Polda Banten.

Dalam hal ini Kabid Propam Polda Banten Kombes Pol Murwoto menjelaskan kronologi kejadian tersebut. “Bahwa pada Sabtu tanggal 23 Agustus 2025 Personel Dit Samapta Polda Banten berjumlah 29 Personel yang melaksanakan patroli Maung Presisi yang dipimpin oleh Aipda Roni Anwar dengan rute patroli wilayah hukum Serang Kota,” katanya.

Murwoto menuturkan bahwa personel mendapatkan informasi dari Masyarakat bahwa disekitar KP3B terdapat anak muda yang sedang melakukan balap liar dan segera mendatangi langsung lokasi tersebut. “Sekira pukul 02.15 WIB hari Minggu, 24 Agustus 2025 Personel Ditsamapta Polda Banten yang sedang melaksanakan patroli mendapatkan informasi dari Masyarakat bahwa disekitar KP3B terdapat anak muda yang sedang melakukan balap liar selanjutnya dilakukan pengecekan pada lokasi yang dilaporkan yaitu dijalan palima-pakupatan Kota Serang,” tuturnya.

Murwoto menjelaskan bahwa personel patroli menuju TKP dibagi menjadi dua tim masing-masing 10 personel. “Petugas patroli maung presisi Dit Samapta Polda Banten yang menuju TKP dibagi menjadi dua tim masing-masing 10 personel, tim 1 dari arah palima menuju boru dan tim 2 dari arah boru menuju palima. Dalam perjalanan tim 1 menemukan kumpulan anak-anak muda dan seketika itu anak-anak tersebut melarikan diri dengan kendaraan roda dua masing-masing, bersamaan dengan itu dijalur yang berbeda tim 2 melihat kendaraan roda dua yang melarikan diri sehingga tim 2 memutar arah pindah jalur lambat dan berhenti di TKP. Saat tim 2 berhenti dari arah palima menuju boru, terdengar suaran kendaraan roda 2 menuju arah petugas,” jelasnya.

“Sekira pukul 02.45 WIB kendaraan roda dua yang menuju arah tim 2 tidak menyalahkan lampu utama kaget melihat petugas yang sudah berada dibadan jalan sehingga salah satu personel patroli Bripda MA refleks melemparkan helm diduga mengenai pengendara tersebut yang diketahui bernama Sdr. Violent Agara Casttilo, berusia 16 tahun, siswa SMK 2 Serang,” tambahnya.

“Akibat lemparan helm tersebut mengakibatkan korban terjatuh dari kendaraan R2 dan terseret beberapa meter mengakibatkan luka pada wajah dan kepala karena korban tidak memakai helm serta kaki dan sampai saat ini korban masih dirawat di ICU RSUD Banten,” katanya.

“Berdasarkan hasil pengecekan rekaman CCTV petugas patroli menghadang kendaraan R2 dengan cara memberhentikan kendaraan dan ancang-ancang melempar helm yang dikenakan sedangkan rekaman video pemukulan tidak terekam oleh karena CCTV dikarenakan sekitar TKP korban terjatuh tidak ada CCTV,” tambahnya.

Murwoto juga menjelaskan klarifikasi dari pada saksi. “Bahwa berdasarkan klarifikasi para saksi menerangkan bahwa kendaraan roda dua yang dikendarai korban terlihat seperti akan menabrak Bripda MA sehingga personel tersebut melempar helm kearah Sdr. Violent Agara Casttilo kaget dan terjatuh serta terseret sekitar 10 meter, setelah itu personel Ditsamapta membawa korban tersebut kerumah sakit RSUD Provinsi,” jelasnya.

Murwoto menambahkan bahwa Kondisi motor korban tidak sesuai dengan standart pabrik. "Bahwa Kondisi motor korban tidak sesuai dengan standart pabrik yaitu knalpot brong, tidak ada lampu dan memakai ban cacing  keadaan motor ini seperti spek drag race  serta korban saat itu tidak memakai helm," ujar Murwoto.

Polda Banten melakukan tindakan persuasif dengan mendatangi keluarga korban agar tidak terprovokasi oleh pihak-pihak lain, Polda Banten membantu atas pengobatan korban selama dirawat, melakukan proses penegakan hukum secara transparan dan obyektif terhadap Bripda MA baik peraturan disiplin ataupun kode etik, serta menepatkan ditempat khusus atau Patsus terhadap personel tersebut (Bidhumas).
Share:

Polri Minta Seluruh Jajaran, Lindungi Wartawan Saat Bertugas

Jakarta - Mabes Polri meminta jajaran kepolisian, mulai dari Polda hingga Polsek, untuk melindungi kerja wartawan yang bertugas meliput suatu peristiwa.

Imbauan tersebut untuk menanggapi terjadinya kekerasan terhadap jurnalis saat bertugas oleh oknum personel kepolisian dalam beberapa hari terakhir.

“Meminta kepada seluruh jajaran melindungi kerja profesi wartawan dan jurnalis yang objektif dan profesional serta bekerja sama dalam setiap aktivitas,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, dikutip dari Antara, Selasa (26/8/2025).

Karopenmas mengatakan media merupakan mitra strategis dan salah satu sumber utama informasi dan literasi bagi masyarakat.

“(Media) berperan besar dalam memberikan informasi kinerja Polri secara profesional serta program-program pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas), pelayanan masyarakat serta program strategis lainnya,” terangnya.

Maka dari itu, ia mengimbau seluruh jajaran kepolisian untuk melindungi tugas wartawan.
Share:

GWI Kota Tangerang Turun Ikut Aksi Demo, Liput Sekaligus Memberi Semangat di Tengah Massa

Jakarta - Gabungnya Wartawan Indonesia (GWI) DPC Kota Tangerang menunjukkan komitmennya sebagai insan pers yang independen sekaligus memiliki kepedulian sosial. Hari ini, Ketua GWI DPC Kota Tangerang, Muhammad Aqil Bahri, S.H, turun langsung bersama empat anggotanya untuk meliput jalannya aksi demonstrasi yang digelar di DPR-RI Senin, 25 Agustus 2025.

Selain melakukan tugas jurnalistik sebagai kontrol sosial, para jurnalis yang tergabung di GWI juga hadir memberikan semangat kepada para pendemonstrasi. Hal ini menjadi bukti bahwa pers tidak hanya bertugas sebagai penyampai informasi, tetapi juga hadir di tengah masyarakat dalam momen-momen penting.

Salah satu momen berkesan terekam ketika Dullah, anggota GWI dari MediaBahri.com, dengan tulus membagikan air mineral dan pasta gigi (odol) kepada adik-adik Pelajar/Mahasiswa yang ikut berdemo. Aksi sederhana tersebut menjadi gambaran nyata sikap humanis dan independensi jurnalis yang tetap menjaga nilai kepedulian, tanpa meninggalkan fungsi pers sebagai kontrol sosial.

"Ketua GWI DPC Kota Tangerang, Muhammad Aqil Bahri, S.H menyampaikan bahwa kehadiran jurnalis di tengah-tengah massa aksi bukan sekadar untuk mencari berita, tetapi juga bagian dari memberikan energi positif bagi masyarakat yang sedang menyuarakan aspirasinya." Tegasnya.

“Jurnalis harus hadir sebagai saksi sejarah, sekaligus memberi warna positif di tengah dinamika sosial. Independensi kita bukan hanya dalam pemberitaan, tapi juga dalam sikap nyata sebagai bagian dari masyarakat,” ujarnya.

Dengan adanya keterlibatan GWI dalam aksi ini, diharapkan semakin memperkuat peran pers sebagai pilar demokrasi yang tidak hanya menulis, tetapi juga merasakan denyut kehidupan rakyat di lapangan.
(***)
Share:

Ketum PWO Dwipa Feri Rusdiono, Berikan Apresiasi Tinggi kepada Mabes Polri atas Perlindungan Terhadap Wartawan

Jakarta, inforakyatindonesia.online
 Ketua Umum Persatuan Wartawan Online Dwipantara (PWO Dwipa ) Feri Rusdiono memberikan apresiasi tinggi kepada Mabes Polri yang telah mengeluarkan imbauan kepada seluruh jajaran kepolisian, mulai dari Polda hingga Polsek, untuk melindungi kerja wartawan yang bertugas meliput peristiwa.

 Imbauan ini dikeluarkan sebagai respons terhadap terjadinya kekerasan terhadap jurnalis oleh oknum personel kepolisian dalam beberapa hari terakhir. Feri Rusdiono menilai langkah ini sangat penting untuk menjaga profesionalisme dan objektivitas wartawan dalam menjalankan tugasnya.

 “Meminta kepada seluruh jajaran untuk melindungi kerja profesi wartawan dan jurnalis yang objektif dan profesional serta bekerja sama dalam setiap aktivitas,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, dikutip dari Antara, Selasa (26/8/2025).

Feri berharap, dengan adanya imbauan ini, hubungan antara kepolisian dan wartawan dapat semakin harmonis, sehingga informasi yang disampaikan kepada publik dapat lebih akurat dan terpercaya. "Kami mengapresiasi langkah Mabes Polri dan berharap agar perlindungan terhadap wartawan terus ditingkatkan," tutupnya.
Share:

Buka Sosialisasi B2SA, Ketua TP PKK Provinsi Banten Tinawati Andra Soni : Kualitas SDM Diawali Dari Asupan Gizi

Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) berawal dari asupan gizi yang baik sejak dini. Sehingga, perlu diperhatikan pola konsumsi pangan dalam keluarga. 

Demikian disampaikan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga  (TP PKK) Provinsi Banten Tinawati Andra Soni dalam sambutannya pada Kegiatan Pembinaan Pangan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) di Pendopo Kabupaten Pandeglang, Senin (25/8/2025).

Pembinaan B2SA dilaksanakan dalam rapat rutin TP PKK Kabupaten Pandeglang. Ketua TP PKK Kabupaten Pandeglang  Rina Haryawati Fahmi menjelaskan Rapat Rutin PKK diikuti seluruh pengurus TP PKK Kabupaten Pandeglang dan seluruh pengurus TP PKK kecamatan se- Kabupaten Pandeglang.  sebagai sarana silaturahmi dan memperkuat pemahaman pengurus dan anggota PKK dalam menjalan tugas pokok dan fungsinya, yaitu Sepuluh Program Pokok PKK. "Dalam rapat rutin kali ini, diselenggarakan juga sosialisasi program B2SA," kata Rina.

Dalam sambutannya, Tinawati menekankan pentingnya penerapan pola konsumsi pangan sesuai prinsip B2SA di tengah keluarga, terutama oleh para ibu. Menurutnya, kualitas sumber daya manusia berawal dari asupan gizi yang baik sejak dini.

“B2SA bukan berarti harus mahal. Kita bisa memanfaatkan potensi pangan lokal yang ada di sekitar kita," katanya. 

Pandeglang memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah, berupa hasil pertanian, perikanan, dan peternakan, dan sebagainya.  Kekayaan alam yang beragam serta bergizi. "Tinggal bagaimana kita mengolah dan menyajikannya secara kreatif dan seimbang,” ungkapnya.

Tinawati berharap,  kegiatan pembinaan itu mendorong para kader PKK menjadi agen perubahan di lingkungannya masing-masing.  “Mari kita wujudkan keluarga sehat dengan anak-anak yang cerdas, kuat, dan berdaya saing melalui pangan yang bergizi dan aman,” tambahnya.

Kegiatan pembinaan juga menghadirkan sejumlah narasumber. Salah satunya,  Ida Farida selaku perwakilan TP PKK Provinsi Banten.  Dalam kesempatan itu, Ida Farida menegaskan pentingnya gizi seimbang, perbaikan pola makan masyarakat, serta pemanfaatan pangan lokal seperti jagung, singkong, dan berbagai hasil pertanian lainnya dalam kehidupan sehari-hari untuk peningkatan kualitas SDM. 

Sementara itu Ketua Pokja III TP PKK Kabupaten Pandeglang Tanti Nasir menyampaikan materi mengenai peran PKK dalam menggerakkan masyarakat menuju pola hidup sehat sekaligus memperkuat ketahanan keluarga.  Tanti Nasir mengatakan, untuk meningkatkan SDM,  program B2SA harus semakin tersosialisasi dan menjadi bagian dari budaya konsumsi masyarakat. "Dengan dukungan PKK di seluruh tingkatan, Provinsi Banten optimis mampu mewujudkan keluarga sehat, mandiri, dan berdaya saing melalui pangan yang beragam, bergizi, seimbang," katanya.


TP PKK Provinsi Banten terus menggaungkan gerakan Penganekaragaman Konsumsi Pangan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA). Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan pentingnya mengonsumsi makanan yang beragam, kaya nutrisi, seimbang, dan aman untuk kesehatan, serta meningkatkan keterampilan dalam mengolah pangan lokal. (Rose)



Share:

Pelantikan PWNU Banten, Gubernur Banten Andra Soni: NU Telah Memberikan Sumbangsih Besar

Gubernur Banten Andra Soni menghadiri Pelantikan dan Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Banten di Alun - alun Barat, Kota Serang, Senin (25/8/2025).

Pelantikan PWNU Provinsi Banten periode 2025 - 2030 itu dihadiri langsung oleh Ketua PBNU Yahya Cholil Staquf, Katib ‘Am PBNU Ahmad Said Asrori, Wakil Ketua PBNU Amin Said Khusni serta tamu undangan lainnya.

Pada kesempatan itu, Andra Soni mengatakan jika NU telah banyak memberikan sumbangsih yang besar terhadap kehidupan beragama, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di Provinsi Banten. 

“Kami berharap NU bisa menjadi bagian penting dalam revitalisasi nilai-nilai keagamaan menjadi sumber etika atau landasan guna membangun tatanan kehidupan yang lebih baik, secara duniawi maupun ukhrawi,” katanya.

Selain itu, di sektor pendidikan, NU juga telah memberikan sumbangsih yang besar dalam memajukan dunia pendidikan melalui program pendidikan berbasis keagamaan, baik yang berupa pondok pesantren salafiyah, madrasah serta sekolah umum berbasis agama.

“Mulai tingkat dasar hingga perguruan tinggi, yang sangat bernilai positif guna melahirkan generasi masa depan,” jelasnya.

Andra Soni melihat jika NU merupakan mitra strategis Pemda dalam pemberdayaan dan pengembangan Pondok Pesantren (Ponpes) di Provinsi Banten. Apalagi, berdasarkan data Kementerian Agama Republik Indonesia, jumlah pesantren di Provinsi Banten sebanyak 6.290.

“Baik pesantren salafi dan pondok pesantren modern dengan jumlah santri sebanyak 483.386 santri,” ujarnya.

Di era kemajuan teknologi informasi seperti saat ini, Andra Soni mengajak NU bisa meningkatkan eksistensi dan perannya, sehingga keberadaannya akan semakin dirasakan dan mendapatkan legitimasi yang kuat dari seluruh komponen masyarakat dan stakeholder pembangunan. 

“Tentunya prinsip yang senantiasa kita pegang yakni sebaik-baiknya manusia adalah yang lebih memberikan manfaat kepada sesama manusia,” jelasnya.

Ketua PBNU Yahya Cholil Staquf mengatakan, Banten ini merupakan tempat monumental bagi ulama. Terutama,  pada Muktamar ke-38  tahun 1938 di Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang. Pada saat itu para kiai mempersilakan dua peserta ‘nyai’ yang dipersilakan pidato di depan para kiai. 

“Itu sesuatu yang tidak lumrah terjadi di kalangan NU,” katanya.

Di dalam pidatonya itu, dua ‘nyai’ itu meminta kaum perempuan diberikan hak yang setara untuk memperoleh pendidikan. Dari pidato itu merupakan titik awal penanda proses sehingga berdirinya Muslimat NU pada tahun 1966.

“Sekarang di Banten yang menjadi ketuanya Bupati Serang. Alhamdulillah,” katanya.

Sementara itu, Ketua PWNU Banten KH Hafis Gunawan, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya acara pelantikan tersebut. Ia juga berterima kasih kepada panitia, para tamu undangan, serta jamaah yang hadir.

“Kami mohon maaf apabila tempat yang tersedia belum mampu menampung seluruh jamaah yang hadir, karena jumlah peserta yang datang melebihi 7.000 orang. Namun, kami bersyukur atas semangat kebersamaan yang luar biasa dari seluruh warga NU Banten,” kata KH Hafis Gunawan. (Rose)



Share:

Buka Pembinaan B2SA, Ketua TP PKK Provinsi Banten Tinawati Andra Soni Minta Kader PKK Jadi Agen Perubahan

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Banten Tinawati Andra Soni membuka Pembinaan Konsumsi Pangan Beragam Bergizi Sehat dan Aman (B2SA) dalam Pertemuan Rutin TP PKK Kabupaten Serang dan TP PKK Kecamatan se- Kabupaten Serang. Tinawati Andra Soni mendorong kader PKK jadi agen perubahan di lingkungannya.  Pembinaan dilaksanakan di Aula Gedung Tb Suwandi, Komplek Pendopo Bupati Serang, Jl Veteran No.1, Kota Serang, Selasa (25/8/2025).

Tinawati mengatakan, kampanye B2SA merupakan program pemerintah melalui PKK untuk meningkatkan sumber daya manusia yang lebih baik dan berkualitas. Menurutnya, masih banyak masyarakat yang belum memahami pentingnya pola makan yang benar dan bergizi seimbang. 

“Saya berharap para kader PKK dapat menjadi agen perubahan di tengah - tengah masyarakat. Mengajak dan membina keluarga - keluarga untuk menyusun menu harian yang tidak hanya lezat tetapi juga mengandung nilai gizi yang lengkap, beragam, serta aman untuk dikonsumsi,” ungkapnya 

Menurutnya, kampanye B2SA merupakan alah wujud upaya pemerintah untuk melakukan swasembada pangan dengan mendorong pemanfaatan pangan lokal. “Jargon empat sehat lima sempurna mulai tergantikan dengan beragam, bergizi, sehat, dan aman. Lebih komplit selain bergizi dan sehat,” tambah Tinawati.

Diakui Tinawati, anak - anak lebih memilih makanan cepat saji. TP PKK Provinsi Banten terus membina para kader PKK untuk terus melakukan gerakan dari rumah khususnya mengenai B2SA dengan memanfaatkan pangan lokal.

Melalui kampanye B2SA, Tinawati berharap terjadi perubahan pola konsumsi yang lebih sehat di keluarga, khususnya anak - anak. 

“Ini bagian upaya kami sebagai kader PKK, khususnya dalam pemanfaatan lahan pekarangan, menambah nilai gizi, penyuluhan kesehatan anak balita dalam program gizi Nasional,” jelasnya.

Dalam sambutannya, Ketua TP PKK Kabupaten Serang Tifa Hensifa Hanum Najib mengungkapkan, pembinaan diikuti oleh TP PKK Kabupaten Serang dan para ketua TP PKK Kecamatan se- Kabupaten Serang.

Dirinya berharap, Pembinaan Konsumsi Pangan Beragam, Bergizi, Sehat, dan Aman bermanfaat para kader PKK untuk sosialisasi atau kampanye ke masyarakat. (Rose)



Share:

Perkuat Distribusi BBM Subsidi, Gubernur Banten Andra Soni Sepakati Kerjasama Dengan BPH Migas

Gubernur Banten Andra Soni sepakati Perjanjian Kerjasama antara Pemerintah Provinsi Banten dengan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) untuk memperkuat distribusi BBM Subsidi di Provinsi Banten. Kerjasama itu salah satunya untuk memperkuat sinergi agar kebutuhan BBM Subsidi di masyarakat bisa terpetakan dengan baik sehingga tepat volume dan tepat sasaran. 

Perjanjian kerjasama mencakup pengendalian, pembinaan, dan pengawasan dalam penyaluran Jenis BBM Tertentu (JBT) serta Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) di Provinsi Banten itu ditandatangani di Kantor BPH Migas Jl. Kapten Tendean No. 28, Mampang Prapatan, Jakarta, Selasa (26/8/2025).

Andra Soni mengungkapkan, keluhan soal sulitnya memperoleh BBM subsidi sering dia dengar langsung dari nelayan dan petani di lapangan. Melalui kerja sama ini, dirinya berharap distribusi bisa lebih tepat volume dan tepat sasaran.

“Saya sering mendapatkan cerita ketika turun ke masyarakat, terutama nelayan dan petani, yang mengeluhkan sulitnya mendapatkan BBM bersubsidi. Kerjasama ini salah satunya untuk memperkuat sinergi, agar kebutuhan mereka bisa terpetakan dengan baik,” ujar Andra Soni.

Selain itu, Andra Soni menilai kerjasama itu dapat mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor pajak bahan bakar kendaraan bermotor.

“Kami meyakini kerja sama ini sangat bermanfaat. Berdasarkan pengalaman 21 provinsi lain yang sudah lebih dulu menjalin kerja sama dengan BPH Migas. Kami berharap success story mereka bisa ditularkan di Banten,” tambahnya.

Andra Soni menegaskan pentingnya pengawasan bersama agar penyaluran JBT dan JBKP di kabupaten/kota se-Provinsi Banten dapat berjalan lancar dan terkendali.

“Melalui kerjasama ini juga saya berharap optimalisasi pengawasan distribusi BBM subsidi di Provinsi Banten berjalan aman. Mari bersama-sama mencegah terjadinya penyalahgunaan BBM bersubsidi,” katanya.

Sementara itu, Kepala BPH Migas Erika Retnowati menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Banten. Ia menekankan bahwa Provinsi Banten menjadi provinsi ke-22 yang menandatangani PKS dari total di Indonesia.

“Kami berharap perjanjian ini benar-benar bisa memastikan BBM bersubsidi tersalurkan tepat sasaran dan tepat volume. PKS ini tentu tidak hanya sekadar perjanjian tertulis, tetapi juga akan diwujudkan dalam program nyata,” ujar Erika.

Erika menjelaskan, implementasi kerja sama akan dilakukan melalui pengawasan bersama, sosialisasi kepada konsumen pengguna maupun dinas terkait, serta bimbingan teknis penggunaan aplikasi X-Star. Aplikasi ini dinilai strategis karena mampu mengintegrasikan data antara BPH Migas, Pemprov Banten, dan Pertamina.

“Kelebihan aplikasi X-Star adalah data konsumen dan volume BBM akan sama antara BPH Migas, pemerintah provinsi, maupun Pertamina. Dengan begitu kita punya satu database yang akurat untuk perencanaan kebutuhan ke depan,” jelasnya.

Erika memandang bahwa kerjasama itu sangat strategis dalam mewujudkan tata kelola energi yang lebih baik. Sekaligus memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat, khususnya kelompok rentan yang sangat bergantung pada BBM bersubsidi. (Rose)



Share:

Gubernur Banten Andra Soni Pimpin Delapan Provinsi, Sampaikan Komitmen dan Aksi Nyata Percepatan Penanggulangan TBC

Gubernur Banten Andra Soni memimpin Penyampaian Komitmen dan Aksi Nyata Percepatan Penanggulangan Penyakit Tuberkulosis (TBC) dari delapan provinsi di Indonesia. Delapan provinsi  tersebut adalah : Banten, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Daerah Khusus Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Nusa Tenggara Timur.  

Komitmen itu disampaikan dalam Rapat Forum Delapan Gubernur Percepatan Eliminasi Penyakit di Gedung Sasana Bhakti Praja Kementerian Dalam Negeri RI, Jakarta, Selasa (26/8/2025).  Komitmen itu diwujudkan melalui Penandatanganan Komitmen Percepatan Tercapainya Eliminasi Tuberkulosis di Indonesia yang disaksikan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menteri Dalam Negeri M Tito Karnavian, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, dan Kepala Kantor Staf Kepresidenan AM Putranto. 

"Alhamdulillah,  Provinsi Banten mendapatkan apresiasi atas capaian kinerjanya dalam rangka penanganan tuberkulosis," kata Andra Soni.  

Namun, lanjutnya, masih banyak yang harus dilakukan karena Indonesia saat ini menduduki posisi kedua di dunia untuk kasus TBC. "Dan, Alhamdulillah 8 kabupaten/kota juga mendukung upaya-upaya ini," tambah Andra Soni
 
Sebagai tindak lanjut atas komitmen percepatan eliminasi TBC,  Andra Soni akan menggelar rapat koordinasi dengan kabupaten/kota di Provinsi Banten. Hasil rapat kemudian  dioptimalkan dengan rencana aksi daerah untuk percepatan eliminasi TBC. 

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti memaparkan, dalam upaya percepatan eliminasi TBC, Pemerintah Provinsi Banten melaksanakan enam strategi  percepatan eliminasi TBC. Yang pertama, sudah  melakukan komitmen dengan seluruh  bupati/walikota dalam seratus hari pemerintahannya. “Jadi kemarin start di 100 hari kerja seluruh Bupati Wali Kota bersama dengan Gubernur berkomitmen untuk percepatan eliminasi TBC. Kemudian membuat regulasi-regulasi. Komitmen tersebut ditindaklanjuti dengan  membuat regulasi-regulasi, serta menyempurnakan regulasi yang ada,” ucapnya.
 
Strategi kedua, lanjut Ati,  adalah upaya meningkatkan akses fasilitas pelayanan kesehatan yang pro kepada penderita TBC. "Jadi ada yang fasilitas setingkat primer, ada yang fasilitas setingkat sekunder, dan ada yang jemput bola dengan inovasi-inovasinya," jelasnya.

Menurut Ati, semua pihak harus bergerak terlibat dalam penanganan TBC. Klinik maupun rumah sakit swasta juga dilibatkan. 

“Kemudian jemput bola kita juga lakukan. Terutama bagi daerah-daerah sulit untuk mengakses ke fasilitas pelayanan kesehatan. Provinsi Banten, ada mobile clinic yang selalu ke daerah-daerah pelosok untuk melakukan cek atau screening dari TBC," ungkapnya.  

Ketiga adalah optimalisasi upaya promosi dan pencegahan, pemberian pengobatan pencegahan TBC bagi kontak serumah dan kontak erat, serta pengendalian infeksi melalui pengobatan dan investigasi kontak.

Keempat adalah  strategi penguatan peran serta komunitas, mitra dan multisektor lainnya.  "Ini terus dilakukan dengan seluruh stakeholder, pemberdayaan masyarakat, termasuk institusi pendidikan dan para perusahaan pemberi kerja ," kata Ati.

Kelima adalah melakukan upaya pemanfaatan hasil riset dan teknologi dalam melaksanakan screening aktive case finding, diagnosa dan tatalaksana melalui berbagai Inovasi, dimana inovasi ini juga dilakukan di seluruh kabupaten/kota se- Banten. 

Kemudian, tutur Ati,  melakukan strategi keenam dengan peningkatan dan pengembangan managemen program penanganan TBC, dengan perencanaan kebutuhan SDM, logistik sampai pencatatan pelaporan disemua faskes primer dan sekunder baik pemerintah maupun swasta. . 
 
Rapat Koordinasi Eliminasi Tuberkulosis dipimpin Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.  Mendagri meminta kepala daerah untuk lebih serius menangani TBC. "Menggunakan otoritasnya dan mengerahkan sumber dayanya untuk penanganan TBC," katanya. 

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memaparkan, angka kematian akibat TBC di Indonesia sebesar 125 ribu per tahun. Sementara, masyarakat yang terpapar TBC mencapai satu juta orang per tahun. Menurut Budi, langkah awal penanganan adalah dengan berupaya menemukan kasus TBC dalam masyarakat. Karena, TBC akan menularkan kemana-mana. 

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno kasus TBC di Indonesia rangking kedua di dunia setelah India. Pratikno berpesan untuk sungguh-sungguh menangani penyakit TBC.  "TBC, penyakit yang menular kemana-mana" katanya.  

Pratikno juga memaparkan dampak sosial dan finansial penderita TBC, yaitu penurunan produktivitas bahkan kehilangan pekerjaan.  Untuk itu, Pratikno memberikan arahan kepada kepala daerah untuk mencantumkan penanganan TBC sebagai program prioritas dalam dokumen perencanaan daerah.  "Selain itu,  meningkatkan penguatan implementasi  monitoring dan evaluasi sampai ke level desa," katanya. (Rose)



Share:

Arsip